1 2 3 4 5 6

Jumat, 20 Maret 2015

Konsep Inflasi


Oke guysss, kali ini entah kenapa gue pengen bahas tentang Inflasi. entahlah setan baik apa yang ngegentayangin gue akhir-akhir ini sampai gue seneng banget ngbahas ttg ekonomi. emmmm... semoga bermanfaat lah ya.....
 



Sederhananya, inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus (BI, 2015). Oleh karena itu, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat dikatakan sebagai inflasi kecuali kalau kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. Contohnya kenaikan pada harga Bahan Bakar Minyak atau BBM menyebabkan kenaikan harga beras, ongkos angkut dll. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi. 

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Indeks Harga Konsumen merupakan indeks yang memberikan informasi mengenai perkembangan rata-rata perubahan harga sekelompok barang/ jasa yang pada umumnya dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu kurun waktu tertentu. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. 
Sejak Desember 2013, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2012 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara untuk penyusunan Inflasi Pedesaan paket barang dan jasa yang digunakan dalam keranjang IHK berdasarkan pada Survei Diagram Timbang Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2012. Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.
Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
1.      Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas.
2.      Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. 

Pengelompokan Inflasi
Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
            
Disamping pengelompokan berdasarkan COICOP tersebut, Inflasi juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang siebuit disagregasi inflasi. indikator inflasi yang lebih menggambarkan pengaruh dari faktor yang bersifat fundamental. 
Di Indonesia, disagregasi inflasi IHK dikelompokan menjadi:
1.      Inflasi Inti, yaitu komponen inflasi yang cenderung menetap (persistent component) di dalam pergerakannya dan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu:
o Interaksi permintaan-penawaran
o Lingkungan eksternal: nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang
o Ekspektasi Inflasi dari pedagang dan konsumen
2.      Inflasi non Inti, yaitu komponen inflasi yang cenderung tinggi volatilitasnya karena dipengaruhi oleh selain faktor fundamental. Komponen inflasi non inti yaitu:
o Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food), yaitu Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan internasional.  
o Inflasi Komponen Harga yang diatur Pemerintah (Administered Prices), yaitu Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) berupa kebijakan harga Pemerintah, seperti harga BBM bersubsidi, tarif listrik, tarif angkutan, dll.

Determinan Inflasi
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat digolongkan menjadi:
1.    Inflasi  permintaan  atau  inflasi  tarikan  permintaan  (Demand  Full Inflation),  yaitu  inflasi  yang  timbul  sebagai  akibat  dari meningkatnya  permintaan  agregat  dari  barang/ jasa  yang menjadi kebutuhan masyarakat.
2.  Inflasi penawaran (Cost Push Inflation/Supply Inflation), yaitu inflasi  yang  timbul  akibat  bertambahnya  biaya  produksi  yang disebabkan kenaikan biaya bahan baku atau upah. Harga barang naik  karena  produsen  cenderung  membebankan  kenaikan ongkos produksi pada konsumen.
3.      Inflasi  Campuran  (Mixed  Inflation),  yaitu inflasi  yang  timbul sebagai akibat gabungan dari kedua inflasi di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar