Oke guysss, kali ini entah kenapa gue pengen bahas tentang Inflasi. entahlah setan baik apa yang ngegentayangin gue akhir-akhir ini sampai gue seneng banget ngbahas ttg ekonomi. emmmm... semoga bermanfaat lah ya.....
Sederhananya, inflasi diartikan sebagai meningkatnya
harga-harga secara umum dan terus menerus (BI, 2015). Oleh karena itu, kenaikan harga dari satu
atau dua barang saja tidak dapat dikatakan sebagai inflasi kecuali kalau
kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya.
Contohnya kenaikan pada harga Bahan Bakar Minyak atau BBM menyebabkan kenaikan harga beras, ongkos angkut dll. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat
inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Indeks Harga Konsumen merupakan indeks yang memberikan informasi mengenai
perkembangan rata-rata perubahan harga sekelompok barang/ jasa yang pada
umumnya dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu kurun waktu tertentu. Perubahan IHK dari waktu ke waktu
menggambarkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.
Sejak Desember 2013, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan
atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2012 yang dilaksanakan oleh Badan
Pusat Statistik (BPS). Sementara untuk penyusunan Inflasi Pedesaan paket barang
dan jasa yang digunakan dalam keranjang IHK berdasarkan pada Survei Diagram Timbang
Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2012. Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan
harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di
pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap
kota.
Indikator
inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar
dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang
besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada
pasar pertama atas suatu komoditas.
2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran
level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam
suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar
harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan.
Pengelompokan Inflasi
Inflasi yang diukur dengan IHK di
Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the
Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
Disamping pengelompokan berdasarkan COICOP tersebut, Inflasi
juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang siebuit disagregasi
inflasi. indikator inflasi yang lebih menggambarkan pengaruh dari faktor yang
bersifat fundamental.
Di Indonesia, disagregasi inflasi IHK dikelompokan
menjadi:
1.
Inflasi
Inti, yaitu
komponen inflasi yang cenderung menetap (persistent component) di dalam
pergerakannya dan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu:
o Interaksi permintaan-penawaran
o Lingkungan eksternal: nilai tukar,
harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang
o Ekspektasi Inflasi dari pedagang dan
konsumen
2. Inflasi non Inti, yaitu komponen inflasi yang
cenderung tinggi volatilitasnya karena dipengaruhi oleh selain faktor
fundamental. Komponen inflasi non inti yaitu:
o Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food), yaitu Inflasi
yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan
makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas
pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan
internasional.
o Inflasi Komponen Harga yang diatur
Pemerintah (Administered Prices), yaitu Inflasi yang dominan
dipengaruhi oleh shocks (kejutan) berupa kebijakan harga Pemerintah,
seperti harga BBM bersubsidi, tarif listrik, tarif angkutan, dll.
Determinan Inflasi
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat
digolongkan menjadi:
1. Inflasi
permintaan atau inflasi
tarikan permintaan (Demand
Full Inflation), yaitu inflasi
yang timbul sebagai
akibat dari meningkatnya permintaan
agregat dari barang/ jasa
yang menjadi kebutuhan masyarakat.
2. Inflasi penawaran (Cost Push Inflation/Supply
Inflation), yaitu inflasi yang timbul
akibat bertambahnya biaya
produksi yang disebabkan kenaikan
biaya bahan baku atau upah. Harga barang naik
karena produsen cenderung
membebankan kenaikan ongkos
produksi pada konsumen.
3.
Inflasi
Campuran (Mixed Inflation), yaitu inflasi
yang timbul sebagai akibat
gabungan dari kedua inflasi di atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar