1 2 3 4 5 6

Minggu, 14 Februari 2021

Aku dan Kebodohanku

 Hari ini akhirnya aku memutuskan untuk menulis lagi.

Saat dada terasa sesak

Saat air mata mulai kering

mulut mulai malu berucap

tapi hati tak kunjung mau diajak kompromi.


Melepaskan, ini pasti yang terbaik.

kata yang begitu indah namun sayang menjadi kata terberat yang bisa dijadikan senjata.


aku menunggu 3,5 tahun untuk bersama dia di pelaminan. melepaskan ego, membuang satu persatu standar ideal dalam hubungan, memahami dan mengenggam luka agar tetap bersama.

aku pikir itu cukup untuk membuatnya tetap bertahan.

Namun, takdir berkata lain. saat aku masih larut dalam doa memperjuangkan hubungan kita. dia justru telah siap berlayar dengan kapal yang baru. meninggalkan aku di dermaga dgn kapal yang telah terkoyak.

tak sedetikpun dia memandang ke belakang, walau hanya untuk memastikan kapalku baik-baik saja.


Jika dia berharap ini yang terbaik bukankah dia terlalu egois pergi terlalu cepat. tidakkah dia terlalu jahat meninggalkan aku kemudian berlayar dan membiarkan kapalku karam diterpa ombak? kenapa pergi untuk bahagia di saat aku untuk bernafas saja sulit.

Aku berusaha hidup menggenggam semua kesedihan.