1 2 3 4 5 6

Selasa, 17 Maret 2015

Kenapa Rupiah Bisa melemah?

Oke... kali ini bahasan gue di blog agak sedikit serius nih... hehehe itung2 berbagi ilmu yg gue dapet pas kuliah dulu...

setidaknya kan gue jadinya ga merasa bersalah-salah amat ntar kalo ketemu dosen ekonomi gue hahahaha... ibuuuuu anyeonggggg!!!!!!!!


Kenapa gue milih tema ini? yupsssss soalnya akhir-akhir ini walaupun ga terlalu di blow up alias kalah berita sama haji lulung dan ahok , perlu diketahui posisi rupiah kita makin melemah.

Awalnya gue ga terlalu pusing2 amat ya secara itu bukan tugas gue.. ya iyalah kalo tugas gue mungkin sekarang gue udah kerja di BI kali yakss? tapi setelah ada teman seruangan di kantor yg nanya ttg itu tiba2 gue mulai deh mikir lagi. dalam hati sih gue ga pede2 banget dengan jawaban gue tapi gue coba inget2 lagi pas jaman kuliah dulu jadi gue jawab seadanya.

Nah dari situ gue mulei tuh penasaran dan ngubek mbah google buat cari tau penyebab rupiah kita bisa melemah.

anddddd here the answer....

Nah perlu kita ketahui bahwa Indonesia itu menganut sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate) dimana pemerintah tidak mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing. Apabila permintaan atas sebuah mata uang meningkat, sementara penawarannya tetap atau menurun, maka nilai tukar mata uang itu akan naik. Kalau penawaran sebuah mata uang meningkat, sementara permintaannya tetap atau menurun, maka nilai tukar mata uang itu akan melemah. Dengan demikian, Rupiah melemah karena penawaran atasnya tinggi, sementara permintaan atasnya rendah.
intinya tingkat nilai tukar yang terjadi di Indonesia itu benar-benar mengikuti permintaan pasar seperti halnya yang berlaku pada teori supply and demand.

The problem is, kenapa permintaan rupiah bisa menurun dan kenapa penawarannya bisa meningkat?

1. Faktor yang menyebabkan penawaran atas rupiah tinggi, sementara permintaan atasnya rendah adalah keluarnya sejumlah besar investasi portofolio asing dari Indonesia. Keluarnya investasi portofolio asing ini akan menurunkan nilai tukar Rupiah, karena dalam proses ini, investor menukar Rupiah dengan mata uang negara lain untuk diinvestasikan di negara lain. Maka akan terjadi peningkatan penawaran atas Rupiah.
Kenapa investasi portofolio asing ini keluar dari Indonesia??
Sebenarnya sih ada beberapa alasan, namun alasan yang sering dikemukakan yaitu karena rencana the Fed (bank sentral AS) untuk mengurangi Quantitative Easing (QE). Karenanya, nilai tukar obligasi dan aset-aset finansial lain di AS akan naik.

2. Faktor berikutnya yang menyebabkan penawaran tinggi dan permintaan rendah atas Rupiah adalah neraca nilai perdagangan Indonesia yang defisit. Artinya, ekspor lebih kecil daripada impor.

Nah dalam beberapa teori disebutkan juga kalau harga saham indonesia atau sering disebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berpengaruh terhadap merosotnya rupiah. why??? karena ketidakpastian iklim perekonomian di Indonesia menyebabkan Investor enggan berinvestasi di Indonesia. Inflasi yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan investor merugi. kalau investor enggan membeli saham di Indonesia otomatis permintaan akan rupiah juga menurun dan semakin melemah lah rupiah.


Ya, sebagai rakyat kecil sih gue cuman bisa berharap agar Mr. President bisa lebih tanggap terhadap hal-hal seperti ini. Memang ga semudah membalikkan sebelah tangan bukan penyelesaiannya, tapi itu konsekuensi yg sudah harus anda pikirkan sebelum mencalonkan diri dongggg....


Ingat loh jabatan itu bukan hadiah atau pemberian tapi amanah, amanah yang harus kita emban. karena saat kita memikirkan jabatan sebagai pemberian maka terlahirlah pejabat dengan mental pengemis....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar